Rasa takjub dan bertanya-tanya akan selalu muncul ketika melihat begitu banyaknya karya dan karangan Imam An-Nawawi رحمه الله
Saya membaca dan mendengar beberapa orang yang bertanya-tanya tentang hal tersebut : "Bagaimana jadi begitu mudah bagi Imam An-Nawawi رحمه الله untuk menyelesaikan berbagai karya ilmiah ini yang berpondasikan pada ketelitian dan verifikasi yang baik sementara umur yang diberikan oleh Allah تعالى kepada beliau begitu sangat singkat ?"
Sangat banyak kita dapati orang yang mampu menulis berbagai karya dalam bentuk himpunan atau pun ringkasan, namun menulis buku dengan ketelitian dan verifikasi seperti ini dan menjadi pondasi dan rujukan bagi ulama-ulama besar tentunya ini membutuhkan waktu yang sangat panjang untuk menghafal, menulis, membahas, meneliti, membandingkan berbagai sumber, mempelajari berbagai masalah dan pengalaman yang panjang. Inilah hal yang menakjubkan dan mempesona dari karangan Imam An-Nawawi رحمه الله . Karangan beliau dalam bidang hadist, fiqh, bahasa dan bidang lainya telah menjadi sumber rujukan bagi mereka yang mendalami bidang tertentu sementara Imam An-Nawawi رحمه الله bisa dibilang terlambat dalam menuntut ilmu dan meninggal pada usia 45 tahun.
Imam An-Nawawi رحمه الله terlambat dalam memulai menuntut ilmu yaitu pada tahun 649 H yang mana pada saat itu umur beliau 19 tahun, umur segini bisa dibilang terlambat bagi mereka yang berada pada zaman beliau dimana mereka memulai menuntut ilmu sejak belum baligh sebagimana Imam An-Nawawi menceritakan tentang dirinya :
"Tatkala Umurku 19 tahun, aku datang bersama orang tuaku ke Damaskus pada tahun 649 H dan aku tinggal di Al-Madrasah Ar-Ruuhiyah" [Tuhfatu Ath-Tholibin]
Lalu beliau meninggal pada tahun 676 H saat berumur 45 tahun, sementera para ulama pada umur tersebut biasanya baru mulai dalam melakukan penelitian dan verifikasi sementara Imam Nawawi رحمه الله sudah berpindah ke alam barzakh.
Lalu,, kapankah beliau mulai menulis ? Imam nawawi رحمه الله bercerita tentang dirinya sendiri bahwa beliau menuntut ilmu selama 6 tahun kemudian beliau pun mulai menulis, artinya pada saat beliau berumur 25 tahun.
Ibn Al-'Atthor berkata tentang gurunya tersebut : "Beliau رحمه الله menceritakan kepadaku bahwasanya beliau tidak pernah menggunakan waktunya baik itu di malam hari atau siang hari kecuali untuk melaksanakan tugasnya yaitu menyibukkan diri dengan ilmu, hingga dalam perjalanpun beliau selalu menggunakannya untuk mengulang hafalan, menelaah dan beliau berada dalam keadaan seperti ini untuk mendapatkan ilmu selama enam tahun setelah itu ia pun menyibukkan diri untuk menulis [Tuhfah Ath-Atholibin]
Maka dari sini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa Imam An-Nawawi رحمه الله menulis pada saat berumur 20an dan 30an.
Ini adalah sejarah tentang kehidupan Imam An-Nawawi, mulai dari ketika ia memulai menuntut ilmu, menulis hingga wafatnya pada umur 45 tahun. Semua ini merujuk kepada tulisan murid beliau Ibn Al-'Aththor ( Wafat tahun 724 H ), beliau merupakan salah satu murid imam Nawawi yang dekat dengan Imam Nawawi رحمه الله . beliau menulis sejarah kehidupan gurunya ini dalam sebuah risalah yang beri judul ((Tuhfah Ath-Tholibin fi Tarjamah Al-Imam Muhyi Ad-Diin)) . Bahkan karena kedekatan beliau dengan Imam Nawawi beliau digelari dengan "Nawawi Kecil" sebagaimana yang disebutkan oleh As-Sakhoowi dalam kitabnya ((Al-Munhil Al-'Azb Ar-Rowi fi Tarjamah Qutb Auliya` An-Nawawi))
Sumber : At-Tashnif At-Tahshilii tulisan dari Ibrahim ibn Umar dari Fans Page Multaqo Ahlu Al-Hadist