Sabtu, 20 September 2014

Keutamaan 10 Dzulhijjah

       Bulan Dzhulhijjah akan segera datang, sebagai salah satu bulan haram bulan dzulhijjah memiliki keutamaan yang sangat besar sebagai anugerah yang diberikan Allah kepada hamba-hambanya untuk melaksakan ibadah yang memiliki pahala yang berlipat ganda.

          Imam Al-Bukhori meriwayatkan sebuah hadist dari Ibn Abbas radhiyallahu 'ahu dari Nabi shollallahu 'alahi wa sallam bersabda : "Tidak ada hari yang lebih dicintai Allah untuk beramal sholeh selain di hari-hari ini -yaitu 10 hari di awal bulan Dzulhijjah-." Para sahabat berkata : Bahkan melebihi berjihad ya Rasulullah ? Beliau menjawab : Ya, bahkan berjihad sekalipun kecuali jika ia keluar berjihad dengan harta dan dirinya dan ia tidak kembali lagi dengan sesuatu apapun"

          Hadist ini menunjukkan bahwa amalan yang dilaksanakan pada hari-hari ini jauh lebih dicintai oleh Allah jika dibandingkan dengan hari-hari yang lain tanpa pengecualian, maka semua amalan yang mafdul sekalipun akan menjadi afdhol di 10 hari awal bulan dzulhijjah, bahkan jihad sekalipun tak mampu menandingi amalan yang dilaksanakan pada hari-hari tersebut kecuali mereka yang berjihad dengan harta dan dirinya hingga meninggal dalam keadaaan syahid, hanya ini yang mampu menandingi keutamaan beramal di hari-hari tersebut.

          Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan dari Umar radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid".

Wallahu a'lam..

Sabtu, 13 September 2014

Ibadah Haji, Makna dan Keutamaan

          Bulan haji akan segera datang menghampiri kita, Lalu apakah makna Haji dan apakah keutamaannya ?

          Haji dalam bahasa bermakna berniat atau bermaksud, sedangkan secara makna syar'i, haji adalah berniat menuju suatu tempat yang khusus untuk melaksanakan ibadah yang khusus pula.

          Yang dimaksud dengan tempat khusus disini adalah Makkah dan Masy'aril Harom, dimana ditempat inilah dilaksanakan ibadah haji. sedangkan yang dimaksud dengan ibadah khusus adalah ritual ibadah haji yang telah diajarkan oleh Rasulullah shollallhu 'alahi wa sallam.

Ketika Orang Tua Melarang Menikah Muda

          Dulu, sekitar tahun 70an ke bawah menikah muda adalah hal yang biasa, bahkan anak gadis yang sudah berumur 18 tahun dan belum menikah maka udah mulai terhitung tidak laku dan masuk dalam kategori perawan tua.

          Namun berbeda dengan zaman sekarang, menikah muda bukan lagi jadi pilihan, bahkan sudah terhitung menjadi sebuah hal yang tabu kecuali bagi mereka yang di rahmati Allah ta'ala.

            Ya.. Zaman sekarang yang halal (menikah) menjadi tabu dan aneh dan yang haram (pacaran) jadi hal yang biasa, bahkan kebanyakan orang tua lebih setuju anaknya berpacaran dari pada menikah muda. Entah itu karena alasan masih muda atau ingin fokus pada pendidikan dan karir. (Gimana mau fokus kalau udah dimabuk cinta yang jadi sasaran empuk syaithon)

Imam Nawawi & Karangannya

Rasa takjub dan bertanya-tanya akan selalu muncul ketika melihat begitu banyaknya karya dan karangan Imam An-Nawawi رحمه الله

Saya membaca dan mendengar beberapa orang yang bertanya-tanya tentang hal tersebut : "Bagaimana jadi begitu mudah bagi Imam An-Nawawi رحمه الله untuk menyelesaikan berbagai karya ilmiah ini yang berpondasikan pada ketelitian dan verifikasi yang baik sementara umur yang diberikan oleh Allah تعالى kepada beliau begitu sangat singkat ?"

Sangat banyak kita dapati orang yang mampu menulis berbagai karya dalam bentuk himpunan atau pun ringkasan, namun menulis buku dengan ketelitian dan verifikasi seperti ini dan menjadi pondasi dan rujukan bagi ulama-ulama besar tentunya ini membutuhkan waktu yang sangat panjang untuk menghafal, menulis, membahas, meneliti, membandingkan berbagai sumber, mempelajari berbagai masalah dan pengalaman yang panjang. Inilah hal yang menakjubkan dan mempesona dari karangan Imam An-Nawawi رحمه الله . Karangan beliau dalam bidang hadist, fiqh, bahasa dan bidang lainya telah menjadi sumber rujukan bagi mereka yang mendalami bidang tertentu sementara Imam An-Nawawi رحمه الله bisa dibilang terlambat dalam menuntut ilmu dan meninggal pada usia 45 tahun.

Waktu Ijabah di Hari Jum'at

Pertanyaan : Kapan waktu ijabah pada hari jum'at ??

Jawaban : 
Pendapat yang paling rojih dalam masalah waktu ijabah pada hari jum'at ada 2 pendapat :
  1. Setelah ashar sampai terbenamnya matahari bagi mereka yang duduk menunggu waktu sholat magrib, baik ia (menunggu) di mesjid atau di rumahnya sambil berdoa kepada Rabbnya, baik (yang menunggu itu) laki-laki ataupun perempuan, mereka pantas untuk diijabah, namun tidak diperbolehkan bagi laki-laki untuk sholat magrib di rumahnya ataupun sholat lainnya kecuali dengan izin syar'i sebagaimana telah dimaklumi berdasarkan dalil-dalil syar'i.
  2. Dimulai ketika imam berada di mimbar untuk memulai khutbah pada hari jum'at sampai selesai waktu sholat jum'at.


Doa pada 2 waktu itu pantas untuk diijabah.

Ini adalah 2 waktu yang paling pantas untuk diijabah pada hari jum'at, berdasarkan hadist-hadist yang shohih yang menunjukkan kepada (dua waktu) tersebut, dan tetap diharapkan bahwa ada waktu yang ijabah selain di 2 waktu ini, karena sesungguhnya fadhilah Allah ta'ala itu luas.
Dan beberapa waktu ijabah yang ada di setiap sholat, baik itu fardhu atau nafilah adalah, yaitu ketika sujud berdasarkan sabda Nabi صلّى الله عليه وسلم : ((Waktu dimana hamba paling dekat dengan Rabbnya adalah saat ia sujud, maka perbanyaklah do'a disaat itu)) [Hadist riwayat muslim dari Abu Hurairoh رضي الله عنه]. Dan juga diriwayatkan oleh imam Muslim رحمه الله dari Ibn Abbas رضي الله عنه bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda : (Adapun ruku' maka agungkanlah Allah عزّوجل , adapun saat sujud maka bersungguh-sungguhlah dalam berdo'a karena ia lebih pantas untuk di ijabah (oleh Allah)"

Dijawab oleh Syaikh ibn Baz رحمه الله di Majalah al-Buhust edisi 34 halaman 142

Mari Membaca

10 Cara Menumbuhkan Minat Membaca

(1) Menentukan tujuan dalam membaca, yaitu dengan menghadirkan niat bahwa membaca adalah perintah Allah, dapat menghilangkan kebodohan, menyebabkan keberuntungan di dunia dan akhirat dan dapat memberikan manfaat kepada orang sekitar. Hal ini dapat membuat anda lepas dari “buta makna” Yaitu dapat membaca namun tak dapat menangkap makna.

(2) Menyusun perencaan dalam membaca, yaitu dengan membuat program-program yang mengatur kesaharian anda dalam membaca. Berusahalah untuk realistis dalam menyusun rencana, jangan menargetkan untuk membaca sekian buku dalam waktu yang tidak cukup dan jangan pula sebaliknya. Lalu evalusilah kegiatan membaca agar dapat memperbaikan kesalahan-kesalahan dalam perencanaan.

Kamis, 04 September 2014

Bangsa Tartar

Tartar, siapakah mereka ? berasal dari manakah ? bagaimana sejarah kemunculannya ?

Bangsa tartar muncul pada tahun 603 Hijriyah di suatu daerah yang bernama Mongolia yang terletak disebalah utara Cina. Pemimpin mereka saat itu bernama Jengis Khan.
Kata Jengis Khan dalam bahasa Tartar memiliki makna pemimpin dunia atau Maha Raja Dunia, nama aslinya adalah "Timujin", ia adalah seorang panglima perang yang kejam dan ia memiliki kemampuan untuk mengumpulkan orang-orang disekitarnya untuk menjadi pengikutnya.

Jengis Khan mulai memperluas kekuasaannya ke daerah sekitar Mongolia secara bertahap. Dalam waktu yang sangat singkat ia berhasil memperluas kekuasaannya sampai ke perbatasan Korea di sebelah timur, Daulah Al-Khawarizimiyah sebelah barat, daerah Siberia sebelah utara dan Laut Cina di sebelah selatan, atau jika kita liat daerah kekuasaannya pada zaman sekarang maka kekuasaannya meliputi Cina, Mongolia, Vietnam, Korea, Laos, Miyanmar, Nepal dan Bhutan.

Kata Tartar adalah nama untuk bangsa yang hidup di utara China di sebuah gurun yang bernama "Jubi". Dari suku Tartar inilah muncul suku lain seperti Mongol, Turk, Salajiqoh dan suku lainnya, namun saat Jengis Khan (Ia berasalah dari suku Mongol) berkuasa, ia menyatukan suku-suku tersebut dan mendirikan kerajaan Mongol. 
Agama Bangsa Tartar
Agama bangsa Tartar sangatlah aneh. Agama mereka adalah campuran dari berbagai agama yang ada di dunia pada saat itu. Jengis Khan mengumpulkan sebagian aturan Islam, Kristen dan Bhuda, kemudian menambahkannya dengan aturan yang ia buat sendiri. Semua aturan tersebut tertulis dalam sebuah kitab yang menjadi dasar hukum bagi bangsa Tartar yang mereka namai dengan "Yasik"

Bagaimana bangsa Tartar berperang ?
Berikut adalah ciri-ciri bangsa Tartar dalam berperang
  1. Srategi perang yang sangat jitu.
  2. Jumlah pasukan yang sangat banyak.
  3. Mereka berperang tanpa hati, mereka berperang hanya untuk menghancurkan dan memusnakan ras yang lain.
  4. Mereka tidak menerima bangsa lain, tidak ada kerja sama atau hubungan antar negara.


Sumber : diringkas dari penjabaran Dr. Raghib As-Sirjani tentang bangsa Tartar di website http://islamstory.com

Jumat, 07 Maret 2014

Nasihat Bagimu Para Penuntut Ilmu

Jika kamu ingin menuntut ilmu, lakukanlah hal-hal berikut

▪ Doa, karena doa akan mempermudah segala yang sulit, mendekatkan yang jauh dan mengumpulakan yang terpisah-pisah. Maka seorang penuntut ilmu harus sering berdoa dan terus meminta taufik dan kemudahan kepada Allah تعالى . Semakin kamu berdo’a dengan khusyuk dan penuh harap maka kamu akan dapati kemudahan yang tidak pernah terbayangkan olehmu.

▪ Ikhlas, karena ketidak ikhlasan seseorang adalah awal mula kehancuran dalam beribadah. Dan perlu diketahui, setiap kali seseorang berusaha untuk ikhlas maka saat itu juga syaithon akan berusaha keras juga untuk menggoda, maka engkau harus tetap berjuang dalam menghadapi tipuan syaithon ini karena ini juga terhitung sebagai sebuah ibadah.