Ini adalah untaian kata bagi mereka yang menginginkan nikmat dari Allah azza wa jalla, semoga Allah ta’ala memberikan cahaya hidayahNya kepada kita dan menjadikan kita hambaNya yang bertaqwa.
Ini adalah untaian kata bagi mereka yang mendengar seruan adzan yang berkumandang di pagi hari dan sore hari, sebuah panggilan mulia “hayya ‘ala ash-sholah”, panggilan dari sang pencipta kepada hamba-hambaNya menuju sebuah kemenangan.
Apa pernah kita berpikir apa makna dari panggilan yang mulia ini ??
Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya oleh seseorang : “Wahai Rasulullah, tempat apakah yang paling dicintai Allah ? dan tempat apakah yang paling dibenci Allah ?
Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam berkata : “Aku tidak tahu, akan ku tanyakan kepada jibril”
Kemudian Jibril ‘alaihissalam mendatanginya dan mengabarkan : “Sesungguhnya tempat yang paling dicintai Allah adalah mesjid, dan tempat yang paling dibenci Allah adalah pasar” ( Hadist riwatat Ahmad dan al-Haakim / Shohih al-Jami’ : 320 )
Ini adalah sebuah wasiat kepada kita, yaitu mereka yang menjadi tetangga mesjid. Dalam sebuah atsar ‘Ali ibn Abi Tholib rodiyallahu ‘anhu berkata :
“Tidak ada sholat bagi tetangga mesjid kecuali di mesjid”
Lalu orang bertanya kepadanya : Siapakah tetangga mesjid ?
‘Ali menjawab : “Mereka yang mendengar adzan”
Sholat berjama’ah merupakan syi’ar islam yang paling agung, Allah ta’ala memerintahkan hambaNya untuk melaksanakan sholat berjama’ah di mesjid karena dalam sholat berjama’ah tersebut terdapat manfaat yang besar bagi kaum muslimin.
Dalam sebuah ayat Allah ta’ala memerintahkan Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam untuk tetap melaksakan sholat berjama’ah walau dalam keadaan berperang.
Allah ta’ala berfirman : “Dan apabila engkau (Muhammad) berada di tengah-tenga mereka (sahabatmu) lalu engkau hendak melaksanakan sholat bersama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (sholat) bersamamu dan menyandang senjata mereka, dan apabila mereka (yang sholat bersamamu) sujud (telah selesai satu raka’at) maka hendakalah mereka dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan lain yang belum sholat denganmu dan hendaklah mereka bersiaga dan menyandang senjata mereka” (An-Nisa` : 102)
Allah ta’ala berfirman : “Dan apabila engkau (Muhammad) berada di tengah-tenga mereka (sahabatmu) lalu engkau hendak melaksanakan sholat bersama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (sholat) bersamamu dan menyandang senjata mereka, dan apabila mereka (yang sholat bersamamu) sujud (telah selesai satu raka’at) maka hendakalah mereka dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan lain yang belum sholat denganmu dan hendaklah mereka bersiaga dan menyandang senjata mereka” (An-Nisa` : 102)
Ini menjadi bukti betapa pentingnya sholat berjama’ah, ia bukanlah perkara yang dapat seenaknya saja untuk ditinggalakan.
Imam ibnu al-Qoyyim berkata : “Sesungguhnya sholat berjama’ah ketika keadaan mencekam membuat makmum terpisah dengan imam, dan menjadikan pekerjaan sholat semakin banyak (ribet), membuat imam sholat sendiri di tengah sholat, semua itu hanya depan tegaknya jama’ah, tentu hal yang mungkin bagi mereka (sahabat) untuk sholat sendirian tanpa melaksakan perkara-perkara ini”.
Tentu mustahil jika ini hanyalah perkara yang hanya dianjurkan yang jika kita ingin maka laksanakan dan jika tidak ingin maka boleh ditinggalakan.
Dalam sebuah hadist, Abu Hurairah radiyallahu ‘amhu berkata : “Seorang buta pernah menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berujar, “Wahai Rasulullah, saya tidak memiliki seseorang yang akan menuntunku ke masjid.” Lalu dia meminta keringanan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk shalat di rumah, maka beliaupun memberikan keringanan kepadanya. Ketika orang itu beranjak pulang, beliau kembali bertanya, “Apakah engkau mendengar panggilan shalat (azan)?” laki-laki itu menjawab, “Iya.” Beliau bersabda, “Penuhilah seruan tersebut (hadiri jamaah shalat).” (HR. Muslim no. 653)
Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu pernah berkata : “Siapa yang berkehendak menjumpai Allah besok (hari kiamat) sebagai seorang muslim, hendaklah dia menjaga shalat wajib yang lima ini, dimanapun dia mendengar panggilan shalat itu. Karena sesungguhnya Allah telah mensyariatkan kepada Nabi kalian sunnah-sunnah petunjuk, dan sesungguhnya semua shalat di antara sunnah-sunnah petunjuk itu. Kalau seandainya kalian shalat di rumah-rumah kalian sebagaimana shalatnya orang yang tidak hadir (shalat jamaah) karena dia berada di rumahnya, berarti kalian telah meninggalkan sunnah Nabi kalian. Dan sekiranya kalian meninggalkan sunnah-sunnah nabi kalian, niscaya kalian akan tersesat.”
Imam ibn al-Mundzir berkata : “Sungguh telah kami riwayatkan tidak hanya dari satu shahabat Rasulullah shollallohu ‘alahi wa sallam, mereka berkata : (( seseorang yang mendengar panggilan (adzan) kemudian ia tidak memenuhinya tanpa ada udzur maka tidak ada sholat baginya ))”
Allah ta’ala tidaklah mensyari’atkan sesuatu kecuali akan Allah balasi dengan ganjaran yang sangat besar. Lalu apa saja keutamaan yang didapat bagi mereka yang melaksanakan sholat berjama’ah ??
1. Pahala yang berlipat ganda.
Rasulullah shollallohu ‘alahi wa sallam bersabda : “Sholat berjama’ah lebih baik daripada sholat sendirian, dengan 27 derajat” (Hadist riwayat Bukhori dan Muslim)
2. Mendapat naungan Allah di hari kiamat kelak.
Rasulullah shollallohu ‘alahi wa sallam : “7 golongan yang dinaungi oleh Allah pada hari kiamat dimana tak ada naungan selain naunganNya – dan salah satu golongan tersebut adalah – Laki-laki yang hatinya terikat dengan mesjid” (Muttafaqun ‘alahi)
3. Terlepas dari sifat munafik dan terbebas dari neraka.
Rasulullah shollallohu ‘alahi wa sallam bersabda : “Seseorang yang sholat berjama’ah selama 40 hari dan ia mendapatkan takbaratul ihram maka akan terlepas dari 2 hal : terlepas dari neraka dan terlepas dari kemunafikan” (Hadist riwayat Tirmidzi)